Welcome
image

Alfadz Kholifah Akbar

08563142587


Jl.Jalan Raya Randegan-Tanggulangin-Sidoarjo
Email: alfadz_ka94@yahoo.co.id
YM: alfadz_ka94
FB: www.alfadz_ka94@yahoo.com
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Kategori
Arsip

RSS Feed

RESEP HIDANGAN UJIAN SUKSES! (resensi buku:YES! UJIANKU SUKSES!)

RESEP HIDANGAN UJIAN SUKSES

 

Buku ini termasuk jenis buku nonfiksi. Di dalamnya berisi kiat-kiat menghadapi ujian dan menjalaninya hingga sukses.

 

di antara HUJAN dan UJIAN, ada KAMU

Ujian, bagi sebagian orang, seperti hantu yang menyeramkan. Ia menteror hari-harinya, dan membuatnya mempersiapkan diri dengan penuh kecemasan.

Ah, ujian memang sering bikin kita jantungan, keringatan, sampai ada yang mau pingsan! Aduh duh, kasihan...!

Tapi TIDAK jika telah mempersiapkannya dengan matang. Bagi yang ready, ujian sih keciil...! Dengan STRATEGI yang YES, ujian pun tak bikin stres tapi jadi sukses. Dia mau datang kapan saja, kita enetng saja jawabnya, ”Sini kalo brani!”

Apalagi Indonesia punya musim hujan. Jadi, sangat cocok kalau kita berbicara tentang ujian. Lho, apa hubungannya? Hehe.....ya jelas ada dong...!

Hujan menyerbu bumi dengan pasukan-pasukan airnya. Kadang, rintik saja. Sering, deras tak ada jeda. Lama lagi.

Suatu saat, diawali dengan tetes-tetes kecil..lalu makin banyak tetesannya..dan akhirnya: DERAS!

Di saat lain, langsung BRESS! Deras air membasahi semua yang ada di bawahnya. Dan semua itu anugerah-Nya, lho! Badan yang basah kehujanan, anggap saja bonus mandi dari Allah. Jarang-jarang kan mandi pakai air dari langit langsung?

Lihatlah anak-anak kecil, makin deras hujannya, makin girang mereka hujan-hujannya.

Nah, teman-teman, kita bisa belajar dari hujan. Air hujan turun ke bumi membawa tetes-tetes air.

Begini. Anggaplah hujan=ujian . Sedang tanah di bumi=kita . Mau nggak mau, senang nggak senang hujan tetap turun ke bumi. Jadi terserah kamu! Bagaimana menyikapinya, mau jadi tanah model apa.

Yang subur, sehingga hujan ujian bisa tumbuh kesuburan potensi yang berbuah prestasi?

Atau yang bisa menampung air, sehingga tetap bisa diambil hikmahnya?

Atau hanya seperti batu yang keras, yang nggak dapat apa-apa? Wah,bisa banjir masalah. Jadi stres sampai depresi malah. Waduuh...!

Makanya, tentuin sikap dari sekarang! Jadi yang mana? Kalau pingin jadi yang pertama, minimal harus jadi yang kedua dulu. Kalau masih ngotot cuman jadi yang ketiga....GAWAT!

 

ADA MASALAH DENGAN UJIAN?

Jika kita ingin sukses, kita harus melewati rintangan-rintangan yang berat. Jangan keder dulu, pdahal musuh belum kelihatan. Siapa yang tahu dirinya dan musuhnya, ia akan menang. Makanya, kenali musuh-musuh kita yang bisa bikin ujian kita gagal.

Siapkan diri, tabahkan hati. Yakinlah, Allah selalu menyertaimu. Sekarang mari kita kenali musuh ujian kita. Yuuuk...!

 

 

SUSAH KONSENTRASI

Musuh yang satu ini memang musuh yang berat. Kita selalu di buatnya agar ujian kita gagal. Maka dari itu jangan biarkan. Kita harus membasminya jika ingin ujian kita lancar dan sukses. Caranya?

Pertama kita harus punya niat yang kuat. Jangan ada niat apa-apa selain belajar. Kalau bisa cari tempat yang sepi. Lalu kamu harus serius belajar. Jika badan terasa capai, berhenti sejenak. Lalu lanjutkan lagi. GOOD LUCK!

 

RASA MALAS

Tubuh lemas. Kalau liat buku rasa ngantuk datang dengan deras! Lait soal mata jadi berat. Wah! Itu sih tandanya si malas datang. Kagak ada yang ngundang, mesti dia datang sendiri. Apa sih penyebabnya?

a.    Suka menunda-nunda

Menunda-nunda itu sama dengan si pencuri waktu. Ia membuat waktu yang sangat berharga jadi sia-sia, terbuang percuma. Maka benar ada pepatah yang bekata: Waktu adalah uang.

b.    Tidak punya tujuan ke depan

Karena nggak punya bayangan di masa depan iangin punya apa, ingin ke mana, mau jadi apa; akhirnya hanya berbuat yang standar aja. Bahkan malah yang sia-sia. Beda dengan yang punya tujuan pasti. Apa pun yang dilakukan pasti ada tujuannya.

 

Siksa Pedih di Seputar Penyontek

Menyontek jelas sebuah kecurangan. Menyontek, dalam berbagai bentuknya, jelas merupakan ”musuh utama kesuksesan”. Ia bisa saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan ada juga yang terang-terang. Ia bisa melibatkan orang per orang, atau malah melibatkan sekelompok orang.

 

INI NIH SOLUSINYA

Ada tiga cara yang akan kita bahas kali ini: melihat sisi ’ajaib’ ujian, membuat rencanamenjelang dan selama ujian, serta bersiap menerima apapun hasilnya.

Sisi ajaib ujian bisa kita nikmati dengan dua langkah. Pertama, mengetahui manfaat ujian untuk kita. Dengan begitu kamu akan lebih enjoy. Bahkan malah bisa keranjingan. Kedua, dengan melakukan persiapan menyeluruh untuk meraih manfaat-manfaatnya. Itu membuatmu makin ahli dan mampu menguasai.

Sedangkan rangkaian tindakan yang dapat kita jadikan acuan menjelang dan selama ujian jelas sangat penting perannya. Why? Saat ujian di depan mata, kita sering ’tersihir’. Tidak sempat berpikir jernih. Pikiran sudah tegang duluan. Maka, dari awal kita melakukan persiapan, jelas memberi perasaan tenang dan nyaman. Selain itu kita menghemat waktu, dengan tidak pusing lagi belajar keras. Cukup mengulang sebentar. Pikiran pun lebih optimal dimanfaatkan untuk fokus ujian.

Pada tahap terakhir, tawakkal adalah kuncinya. Setelah usaha telah kita kerahkan, do’a-do’a telah dipanjatkan, inilah saatnya menyerahkan hasilnya pada Allah Tuhan Semesta Alam.

Hadapi apapun hasilnya.Karena itu, insya Allah adalah terbaik untuk kita.

UJIAN NGAPAIN DATANG

1.    Mengetes Kemampuan

Pada suatu hari, ada seorang ahli hadits. Lalu, ada sekelompok orang yang ingin mengetes kemampuannya. Ia membolak-balik hadits. Mereka menunjuk 10 orang untuk memberikan pertanyaan pada ahli hadits itu. Setiap orang membawa 10 hadits yang salah. Mereka tanya satu persatu. Ternyata sang ahli hadits menjawab dengan sederhana, ”Saya tidak tahu”. Semua orang beranggapan ia berbohong. Dan akhirnya ia menbetulkan dan menyusun lagi hadits yang salah tadi semuanya tanpa salah satu huruf pun. Semua orang ter pana melihatnya.

Begitulah ujian. Satu di antara manfaatnya, memang untuk mengetes kemampuan kita. Bagi yang sudah siap ujian, kapan pun ia datang tentu enteng.

 

2.    Mengukur keberhasilan Belajar

Ujian itu seperti Cerdas Cermat.Dari situlah, kita bisa belajar tentang manfaat ujian. Ujian, adalah cara kita mengukur seberapa keberhasilan belajar kita. Saat ditanya, akan terlihat seberapa penguasaan kita tentang materi pelajaran.

 

3.    Sarana Pembeda

Ujian adalah pembeda. Mana yang bisa, mana yang nggak tahu apa-apa. Siapa yang benar-benar paham, dan siapa yang kelihatan sok paham. Itulah salah satu fungsi ujian, pembeda. Kalau sudah siap, memng terlihat bedanya. Kapan pun diuji, insya Allah ready!

 

PREPARE YOUR SELF

Beruntunglah mereka yang bersiap-siap. Kapan pun ujian datang, insya Allah ia siapberjabatan tangan. Maklum, sepertiteman lama. Ketemuan sama ujian sih oke-oke saja. Karena ia tahu, betapa bejibun manfaat bersahabat dengan ujian. Mari kita siapkan yang harus ”dibawa” sebelum bersua dengan si ujian. Wohl begonnen ist halb gewonnen. Persiapan yang baik adalah setengah keberhasilan.

A.   Persiapan Berkaitan Materi Ujian

Berbahagialah orang yang paham. Ia tahu apa yang harus dilakukan. Lihat soal-soal ujian, matanya tak kebingungan. Otaknya tak mandeg di tengah jalan. Lancar. Mulus. Seperti lewat jalan tol.

Di luar materi yang memang harus dikuasai, ada alat bantu yang perlu kita tahu. Bahkan harusnya kita kuasai, ”harus” mampu menggunakannya.

Keterampilan belajar adalah ”kendaraan” yang kita butuhkan untuk mencapai prestasi belajar yang diidam-idamkan. ”Kendaraan” yang bisa membuat kita menguasai materi pelajaran dan ujian dengan lebih mudah dan menyenangkan. Kenalkan, namanya KYM: Keterampilan Yang Mempermudah.

Nah, untuk kali ini, secara singkat kita akan menelusuri beberapa KYM: membaca,mencatat, dan menghafal materi ujian

 

 

 

 

1.    Membaca Materi

Kita awali obrolan kita dengan membaca. Saking pentingnya keterampilan belajar ini, Alah pun menjadikannya sebagai kata pembuka untuk firman-Nya yang mulia dalam Al-Qur’an. Iqra’! Bacalah!

Membaca sangat menguntungkan otak. Membaca membutuhkan aktif pikiran dan imajinasi. Membaca sangat merangsang kedua belahan otak, dan juga sistem limbik.

Bagi orang dewasa, membaca adalah latihan mental untuk mempelajari hal-hal baru, sekaligus mengembangkan 5 sistem belajar: emosional (berkaitan dengan perasaanmu), sosial (berkaitan dengan pergaulanmu), kognitif (berhubungan dengan pikiranmu), fisikal (berkaitan dengan tubuhmu), reflektif (berhubungan dengan kemampuanmu melakukan evaluasi/muhasabah).

 

2.    Mencatat Materi

Seorang murid menyesali diri. Bukan karena ia tidak mencatat. Bukan pula karena ia ketinggalan kata-kata kunci dari materi yang ia catat. Sepele saja. Saat ia hendak membaca catatannya, kacau otaknya. Pening kepalanya. Berkunang-kunang matanya. Sesak dadanya. Lho kok?

Tulisannya itu lho! Terlihat sih...tapi nyaris tak bisa dibaca. Bahkan ia sendiri susah membacanya. Seharusnya kita mencatat itu dengan tulisan yang baik agar kita dapat membacanya dilain waktu.

Hasil riset dari Pak Peter Russell di buku The Brain Book menyatakan bahwa mencatat bisa meningkatkan daya ingat kita 6 kali lebih baik terhadap mater serupa dibandingkan jika kita tidak mencatatnya.

3.    Menghafal Materi

Bagaimana agar hafalan kita kian perkasa? Bagaimana supaya lupa menyingkir jauh dari kita? Tentu ada sekian usaha yang bisa kita tempuh.

Seorang guru di sebuah kota di Jawa Tengah mengusulkan teknik yang unik. Hafalkan saja 40 kali berturut-turut tanpa henti.

Ada cara lain. Awalnya, tulis dulu apa yang ingin kamu hafal di sebuah buku kecil. Atau, bisa saja kamu gunting kertas-kertas kosong. Kemudian kamu satukan dengan di-steples. Usahakan ukurannya bisa masuk ke saku bajumu atau kantong celanamu, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Nah, bacalah materi hafalanmu itu di mana pun kamu berada.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Wabah Menyontek?

Menyontek bikin kita bangkrut dunia akhirat. Maka, kali ini kita akan bicara cara mengatasinya. Tentu saja banyak aspek dan pihak yang bisa dilibatkan. Sekolah, pengajar, panitia pelaksanaan, peserta ujian, orangtua, hingga masyarakat dan negara. Tapi kali ini kita akan fokus pada diri sendiri.

1.    Merasakan Kehadiran Allah di Setiap Langkah Kita

Sadarilah betapa dekatnya Allah dengan kita. Ia lebih dekat daripada urat nadi di leher kita! Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui. Dia selalu tahu apa saja yang kita kerjakan di mana pun kita berada.

2.    Kajilah Islam

Kajilah Islam tak hanya sekadar dihafalkan, ajarannya hayati dan praktikkan. Kamu bisa ikut kajian yang ada di sekolah, atau tempat lain yang memungkinkan. Berkumpul dengan beberapa teman untuk mengaji bersama, dengan pembimbing untuk menjaga proses mangajimu berjalan dengan baik.

3.    Sifat Amanah dan Jujur

Sifat amanah dan jujur amatlah penting. Juga betapa berbahayanya sifat khianat, bohong, dan menipu. Khianat dan berbohong termasuk cirri-ciri orang munafik, dan tempatnya di kerak Jahannam!

4.    Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Dalam Dirimu

5.    Jadikan Dirimu Sendiri Sebagai Pengawas

Ketika nafsumu menggoda untuk menyontek, segera tegur diri sendiri. Emangnya siap hidup di panasnya api neraka? Boro-boro api neraka, lha menyentuh api kompor yang nyala saja sudah meraung kesakitan, apalagi berselimut api neraka!

6.    Memberi Sanksi yang Berat

Metode ini sering dipakai leh sahabat Nabi dab para ulama terdahulu. Beberapa sekolah bahkan memberikan sanksi nggak tanggung-tanggung untuk penyontek: dikeluarkan!

7.    Jangan Beri Kesempatan

Tinggalkan semua catatan. Jangan pedulikan semua gosip seputar bocoran, lempar kertas SMS, dsb. Cuekin juga semua permintaan dari teman yang meminta bantuan jawaban. Memang, terkadang, setan itu menyerupai manusia.

8.    Bergaullah

Bergaullah bersama orang-orang yang pintar dan jujur, yang pantang menyontek. Teman itu bisa sebagai penentu seberapa baik kualitas kita.

 

Menjelang Ujian

1.    Malam sebelum ujian

·         Bagi yang telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, mempelajarinya ulang tema-tema terpenting. Tidak perlu terlalu fokus. Santai saja.

·         Meyiapkan alat-alat yang dibutuhkan dalam ujian

·         Nah, agar tidak ada yang ketinggalan, cobalah membuat daftar barang yang diperlukan.

·         Jangan begadang. Tidurlah lebih awal.

·         Bagi yang muslim, sebelum tidur shalatlah 2 rakaat agar hatimu tenteram.

 

2.    Pagi menjelang ujian

·         Bangunlah sebelum fajar terbit

·         Bagi yang muslim, shalatlah tahajjud. Minimal 4 rakaat tahajjud dan 3 rakaat witir. Agar rahmat Allah turun pada kita.

·         Lanjutkan dengan shalat shubuh tepat waktu. Jika bisa berjamaah.

·         Tinggallah di masjid sebentar. Bacalah Al-Qur’an atau berdo’a

·         Setelah pulang, segera mandi. Rasakan anugerah-Nyaberupa air segar.

·         Pakailah pakaian yang bersih. Kalu punya, pakailah minyak wangi. Mengulang pelajaran tadi malam dengan cepat, singkat, dan tenang.

·         Dirikanlah shalat sunnah 2 rakaat. “Rayulah” Allah, agar hatimu tenteram dan sukses.

·         Berangkat lebih awal dari jadwal ujian, tentu baik. Sekaligus jaga-jaga bila ada halangan di jalan.

 

Selama Ujian

1.    Ketika ujian berlangsung

·         Terimalah lembar jawaban dan soal dengan tangan kanan.

·         Mulailah dengan berdo’a, mengharap pertolongan-Nya semata

·         Jangan menyontek! Resikonya nggak main-main: neraka!

·         Jika kesulitan menjawab, berdo’alah agar kita diingatkan lagi.

·         Selesai mengerjakan, periksa lagi pekerjaanmu.

 

2.    Ketika ujian (awal) selesai

·         Lipatlah lembaran soal dan jangan berdiskusi dengan peserta lain. Kamu itu peserta bukan panitia.

·         Ketika pulang, hendaklah berzikir.

·         Ketika memasuki rumah hendaknya berdo’a.

·         Shalat Dhuhur dan Ashar sesuai kondisi. Kalau bisa jamaah.

·         Istirahatlah sejenak.

 

Strategi Atasi Kecemasan dalam Ujian

1.    Bersiap sejak awal. Bangun pagi. Berangkat lebih awal.

2.    Siapkan alat-alat yang diperlukan. Berdo’a.

3.    Perhatikan sesama peserta agar tidak tegang.

4.    Kerjakan soal yang paling kamu sukai dan mudah. Bila ketemu soal sulit, tinggalkan dulu. Jangan menjawab asal-asalan.

5.    Belajrlah sekilas pada malam harinya.

6.    paginya, nikmati anugerah-Nya. Keluarlah dan hirup udara pagi.

7.    Latihan soal saat 2 hari sebelum ujian.

8.    Berdo’alah!

 

Kelebihan buku ini menurut isinya sangat bagus. Membantu para pelajar agar tidak menganggap ujian sebagai sebuah momok yang menakutkan. Kata-katanya sesuai dengan bahasa pelajar yang memakai bahasa tidak resmi. Menurut bentuknya sangat menarik bagi para pelajar. Kelemahan dari segi isi yaitu jika yang membaca kaum dewasa bahasanya kurang sopan. Dari segi bentuk, terlalu tebal. Membuat pelajar yang malas membaca buku menjadi ogah-ogahan untuk membacanya.

Buku ini sangat cocok di baca para pelajar.  Bahkan dewasa. Karena ujian tidak hanya pelajar yang mengalami. Tetapi semua umur juga mengalami.

Wed, 27 Jan 2010 @18:10


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+2+5

Copyright © 2017 PT SITEKNO · All Rights Reserved